Selesai Kekeluargaan, Oknum ASN DPPPA BU Vs Janda Hanya Kesalahpahaman

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Konflik lisan antara Oknum ASN DPPPA Bengkulu Utara berinisial Su dengan janda berinisial Ls warga desa SImpang Ketenong Kabupaten Bengkulu Utara, ternyata hanya kesalahpahaman saja. Hal ini terungkap, dalam mediasi kekeluargaan lanjutan yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Simpang Ketenong dengan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Simpang Ketenong, pada Selasa (19/10) bertempat di kantor desa. Alhasil, mediasi ini memutuskan bahwasanya konflik ini diselesaikan secara kekeluargaan, lantaran permasalahannya hanyalah kesalahpahaman saja. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Desa Simpang Ketenong Boby Hariansyah.

“Alhamdulillah, mediasi ini berjalan lancar, dan kedua belah pihak telah sepakat berdamai dan saling memaafkan. Hal ini saya katakan, karena kedua belah pihak masih ada tuturan keluarga, dan juga masalah yang terjadi hanya karena kesalahpahaman saja dalam hal penyebutan nama dan tempat,” ujar Kades.

Kades pun menjelaskan, yang disesalkan oleh pihak desa mediasi ini tidak dihadiri oleh oknum THL DPRKP BU berinisial Le. Yang mana, berdasarkan kajian permasalahan ini dilatarbelakangi oleh tersebarnya pembicaraan yang semestinya hanya menjadi konsumsi pribadi. Dan ini dilakukan oleh Oknum THL ini. Semestinya, oknum THL ini juga ikut hadir dalam mediasi ini, namun setelah dihubungi oknum THL ini terkesan menghindar dan lari dari tanggung jawab atas permasalahan ini.

“Kendati demikian, kami juga berterima kasih kepada pihak Adat dan anggota BPD simpang Ketenong yang sudah ikut andil dalam mediasi ini, yang alhamdulillah mediasi ini sudah sepakat berdamai, dan tidak akan ada keributan lagi kedepannya. Meski demikian, oknum THL DPRKP yang tidak hadir, akan menjadi bahan evaluasi desa, untuk menegur dan mengingatkannya,” demikian Kades.

Sementara itu, dari pihak LS juga mengaku kepada awak media, telah menerima permohonan maaf dari oknum PNS itu. Dalam hal ini, ia juga tidak mempermasalahkan lagi mengenai kejadian yang sudah terjadi, karena menurutnya juga itu diakuinya sebagai kesalahpahaman. Hanya saja, ia berpesan kepada oknum ASN ini agar berhati hati dengan lisan, karena lisan dapat membahayakan orang lain dan diri sendiri.

“Iya, kami sudah menerima maaf dari oknum ASN ini, dan masalah ini sudah selesai,” singkatnya.

Disisi lain, Su juga menghaturkan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Bengkulu Utara, atas apa yang sudah terjadi. Hal ini ditegaskannya, murni tidak ada unsur kesengajaan, yang kebetulan ketika ia berucap itu hanyalah suatu candaan, yang tanpa disadarinya ternyata penyebutan nama dan tempat ada yang memilikinya. Dengan adanya mediasi ini, ia juga berterimakasih kepada pihak Pemdes SImpang Ketenong, yang sudah dapat meluruskan permasalahan kesalahpahaman ini.

“Saya dengan rendah hati meminta maaf yang sebesar-besarnya, baik itu kepada nama yang merasa dirugikan atas candaan saya, maupun kepada masyarakat. Murni, apa yang terjadi ini hanyalah sebuah kesalahpahaman yang saya perbuat tanpa saya sadari sama sekali. Sekali lagi, saya berterimakasih karena apa yang terjadi belakangan ini, hanya sebuah kesalahpahaman saja,” demikian Su.

Meski demikian, pihaknya akan membawa masalah oknum THL DPRKP ini ke ranah hukum, mengingat apa yang dilakukan oleh oknum THL DPRKP BU ini telah merugikan secara langsung dirinya. Yang berdampak kepada orang lain, sehingga menyebabkan nama baik orang lain tercemar.

“Selesai masalah saya dengan LS, meski hanya kesalahpahaman. Namun, untuk masalah Le oknum THL, saya akan membuat perhitungan. Karena, akibat perbuatannya saya sangat dirugikan, dan juga membawa dampak kepada LS yang jelas tidak tahu apa apa. Dalam hal ini, kemungkinan terburuk, masalah dengan LE ini akan saya bawa ke ranah hukum,” tutupnya.

Baca :

Sst, Ada Oknum ASN DPPPA Bengkulu Utara Diduga Fitnah Janda Anak Satu

Oknum THL Akui Sengaja Rekam Pembicaraan ASN DPPPA

Oknum ASN Pemkab BU Diduga Fitnah Janda Anak Satu

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment